Pengiriman Perajin India ke Indonesia Untuk Belajar Batik

8 Mei 2010

Tanggal 27 Mei yang akan datang, 4 perajin India beserta 2 charge officer yang dikirim oleh pemerintah India, akan mendatangi Sanggar Batik Katura di Trusmi untuk menjalani pelatihan batik. Hal ini menjadi bukti bahwa warga negara lain sangat tertarik oleh batik Indonesia, setelah sebelum-sebelumnya adalah orang Jepang, Brazil, dan juga Prancis. Bagaimana dengan warga Indonesia sendiri. Banyak sekolah-sekolah yang mengirimkan pelajarnya untuk mengikuti pelatihan batik di Trusmi. Bukan hanya dari sekolah, tapi juga dari instansi-instansi.

Menurut pengamatan saya, salah satu kendala berkembangnya industri pembuatan batik menjadi besar adalah dari kurangnya tenaga kerja. Hitung saja, untuk membuat satu kain batik tulis dengan pengerjaan yang rapi membutuhkan beberapa hari. Jika pekerja suatu industri hanya sedikit, rasanya akan sulit untuk menghasilkan batik dengan jumlah yang banyak dengan waktu yang cepat.

Oleh karenanya, negara kita masih membutuhkan perajin-perajin batik baru untuk selalu melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia. mudah-mudahan siswa siswi yang belajar batik ke Trusmi dan ke tempat lainnya, kelak akan menjadi penerus-penerus dalam mengembangkan batik Indonesia.

Bayangkan saja oleh anda, ketika kelak Indonesia sudah kehabisan perajin batik karena generasi yang akan datang tidak lagi mau untuk belajar batik. Sedangkan di luar negeri semakin banyak yang mengenal dan belajar batik, mungkin bisa saja kebudayaan Indonesia ini kelak akan lebih berkembang di luar negeri.

Mari kita warga negara Indonesia selalu mencintai budaya kita, mempelajari,melestarikan, dan terus mengembangkan budaya Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar