Bahan Warna Alami

11 Sep 2009



NAMA : TINGI



NAMA : TEGERAN




NAMA : SECANG



NAMA : JAMBAL



NAMA : JALAWE

Sejarah Batik trusmi

5 Mei 2009

Batik mulai ada di trusmi sejak abad ke 14. suatu daerah dimana saat itu tumbuh banyak tumbuhan, kemudian para warga menebang tumbuhan tersebut namun secara seketika kemudian tumbuhan itu tumbuh kembali. Sehingga tanah tersebut dinamakan Desa Trusmi yang berasal dari kata terus bersemi.

Asal mulanya Sultan kraton menyuruh orang trusmi untuk membuat batik seperti miliknya tanpa membawa contoh batik, dia hanya di perbolehkan melihat motifnya saja. Saat jatuh tempo, orang trusmi itu kemudian datang kembali dengan membawa batik yang telah dia buat.Ketika itu orang trusmi tersebut meminta batik yang asli kepada Sultan,yang kemudian di bungkuslah kedua batik itu (batik yang asli dengan batik buatannya/duplikat).

Orang trusmi kemudian menyuruh sultan untuk memilih batik yang asli namun sangking miripnya sultan tidak dapat membedakannya, batik duplikat tersebut tidak ada yang meleset sama sekali dari batik aslinya. sehingga sultan mengakui bahwa batik buatan orang trusmi sangat apik, tanpa membawa contoh batik yang aslinya dapat membuat batik yang sama persis.

Proses Pembuatan Batik

4 Mei 2009

1. Pemotongan bahan baku (mori) sesuai dengan kebutuhan.

2. Mengetel : menghilangkan kanji dari mori dengan cara membasahi mori tersebut dengan larutan : minyak kacang, soda abu, tipol dan air secukupnya. Lalu mori diuleni setelah rata dijemur sampai kering lalu diuleni lagi dan dijemur kembali. Proses ini diulang-ulang sampai tiga minggu lamanya lalu di cuci sampai bersih. Proses ini agar zat warna bisa meresap ke dalam serat kain dengan sempurna.

3. Nglengreng : Menggambar langsung pada kain.

4. Isen-isen : memberi variasi pada ornamen (motif) yang telah di lengreng.

5. Nembok : menutup (ngeblok) bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai.

6. Ngobat : Mewarnai batik yang sudah ditembok dengan cara dicelupkan pada larutan zat warna.

7. Nglorod : Menghilangkan lilin dengan cara direbus dalam air mendidih (finishing).

8. Pencucian : setelah lilin lepas dari kain, lalu dicuci sampai bersih dan kemudian dijemur.

Perbedaan Teknik

Adapun perbedaan tekniknya tersebut adalah teknik batik Jawa, tukang lengreng (tukang gambar) membuat garis Wit harus dobel atau kembar sehingga tukang tembok tidak perlu membuat Wit sendiri karena sudah dibatasi oleh garis kembar tersebut.

Teknik batik Cirebon : tukang lengreng tidak perlu membuat garis (Wit) kembar, cukup satu goresan saja, selanjutnya tukang tembok sendiri yang harus membuat garis Wit tersebut.

Dengan demikian tukang tembok harus memiliki keahlian khusus agar batik yang dibuat sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Sebetulnya perbedaan teknik ini tidak begitu menonjol namun ini sekedar untuk pengetahuan saja. Di samping itu perlu kiranya untuk mengenal tahapan proses pembuatan batik.

Perbedaan antara ciri-ciri batik tulis, batik cap dan batik printing 2

- Batik Tulis : antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya agak berbeda walaupun bentuknya sama. Bentuk isen-isen relatif rapat, rapih, dan tidak kaku.

- Batik Cap : antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya pasti sama, namun bentuk isen-isen tidak rapi, agak renggang dan agak kaku. Apabila isen-isen agak rapat maka akan terjadi mbeleber (goresan yang satu dan yang lainnya menyatu, sehingga kelihatan kasar).

- Batik Printing : ornamen bisa sama, bisa tidak, karena tergantung desain batik yang akan ditiru, karena batik printing biasanya meniru batik yang sudah ada, namun yang perlu diketahui tentang warna. Warna batik printing kebanyakan tidak tembus karena proses pewarnaannya satu muka saja.

Ciri Batik Cirebon

Untuk lebih mudah mengenal batik Cirebon ada ciri-ciri khusus, yaitu ada garis tipis atau kecil yang dalam istilah batik Cirebon disebut Wit.

Lebih jelasnya yang disebut Wit adalah garis kontur atau tali air atau juga lung-lungan dan sejenisnya, yang relatif kecil, tipis dan halus yang warnanya lebih tua dari warna dasar kain.

Istilah Wit ini hanya ditemukan pada batik Tembokan (Cirebon), Popokan (Jawa), yang pada saat ini hanya dapat dikerjakan oleh pengrajin batik Cirebon.

Namun demikian, harus kita akui bahwa batik jaman dulu (kuno), garis Wit tersebut banyak ditemui, walaupun batik tersebut bukan dari Cirebon seperti Pekalongan, Jawa, Madura dan lainnya.

Hanya kelihatan ada perbedaan, walaupun sama-sama halus. Perbedaan ini terlihat dari cara atau teknik membatik.

Babaran Cirebon

Di samping pengenalan motif-motif seperti di atas, kita mengenali babaran batik. Istilah babaran secara sederhana dapat disepadankan dengan komposisi tata warna atau perpaduan warna.

Pada batik Cirebon dapat dijumpai beberapa jenis babaran seperti:

1. Babaran Biron
2. Babaran Mas
3. Babaran Bang Biru
4. Babaran Soloan
5. Babaran Sogan
6. Babaran Tiganegri
7. Babaran Meteron
8. Babaran Tluki

Uraian di atas sebagai berikut:

1. Babaran Biron
Batik Babaran Biron yang diproses hanya satu kali porodan dan melepaskan lilin dari kain yang disebut Mateng Pisan. Umumnya pada zaman dahulu batik Mateng Pisan ini baru setengah jadi yang pada zaman itu hanya ada dua warna yaitu warna biru muda dan biru tua atau hitam saja, tapi ada pula yang dirancang untuk siap pakai dengan perpaduan warna yang tidak terikat sesuai dengan keinginannya.

2. Babar Mas
Babar Mas ini diproses dua kali porodan dengan tata warna sebagai berikut: warna dasar tipis sedangkan warna ornamen atau motifnya berwaarna biru tua, hitam dan coklat soga, sebagian isen-isen jenis sesek (sempit) diwarnai coklat (pada ornamen hitam).

3. Babaran Bang Biru
Tergolong dua kali porodan, biasanya batik bang Biru ini menampilkan warna dasar putih atau krem, coklat muda (tipis). Sedangkan motifnya berwarna merah, biru, dan sebagian violet kehitaman.

4. Babaran Soloan
Warna dasar batik ini berwarna tua tidak terikat, sedangkan garis kontur dan motif berwarna muda. Babaran ini bisa dibuat satu atau dua porodan.

5. Babaran Sogan
Babaran ini dibuat dengan satu kali porodan sedangkan komposisi warnanya bebas. Namun untuk warna isen-isen harus berwarna coklat soga kecuali isen yang berbentuk titik-titik ini harus putih.

6. Babaran Tiga Negri
Tiga Negri ini diproses dengan tiga kali porodan. Adapun perpaduan warnanya bermacam-macam antara lain merah biru, hijau kuning, violet, dan coklat soga lebih dominan yang dibatasi dengan garis-garis tertentu. Adapun ornamen pokoknya berwarna merah sedangkan dasar kain diberi tambahan.

7. Babaran Meteron
Batik ini dibuat dua kali porodan dengan ornamen pokok bunga-bunga atau buqet, berwarna merah adapun warna dasar kain berwarna putih atau warna-warna tipis lainnya yang dilengkapi dengan ornamen garis atau ukel-ukel yang warnanya coklat soga.

8. Babaran Tluki
Jenis ini menggunakan motif bunga-bunga, daun, barang yang bentuknya kecil-kecil dengan tata merah yang disoga dan dikombinasikan dengan warna hitam, sedangkan warna dasar kain krem atau kuning tipis.

Jenis Motif Batik Cirebon 2

Motif batik Cirebon pada dasarnya dapat digolongkan menjadi lima jenis, yaitu:
1. Jenis Wadasan
2. Jenis Geometris
3. Jenis Pangkaan
4. Jenis Byur
5. Jenis Semarangan


1. Kelompok Jenis Wadasan, jenis ini ditandai dengan adanya beberapa ornamen dan benda-benda yang bersumber dari kraton Cirebon, termasuk ornamen Wadasan itu sendiri. Kelompok jenis ini biasanya disebut batik Keraton. Adapun nama-nama motif yang termasuk jenis Kratonan, diantaranya: Singa Payung, Naga Saba, Taman Arum, Mega Mendung, dll.

2. Jenis Geometris, jenis motif ini ditandai dengan proses pendisainannya selalu menggunakan alat bantu penggaris. Sebelum dibatik, kain harus diberi garis-garis terlebih dahulu. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah Motif Tambal Sewu, Liris, Kawung, Lengko-lengko, dll.

3. Jenis Pangkaan(Buqet), batik dengan motif pangkaan yaitu menampilkan pelukisan pohon atau rangkaian bunga-bungaan yang lengkap dengan ujung pangkalnya dan sering sekali dilengkapi burung atau kupu-kupu. Nama-nama motif ini diantaranya adalah Pring Sedapur, Kelapa Setundun, Soko Cina, Kembang Terompet, dll.

4. Jenis Byur, motif ini ditandai dengan penuhnya ornamen bunga-bungaan dan daun-daunan kecil yang mengelilingi ornamen pokok, sebagian contoh motif ini adalah : Karang Jahe, Mawar Sepasang, Dara Tarung, Banyak Angrum, dll.

5. Jenis Semarangan, motif ini menampilkan penataan secara ceplok-ceplok dengan ornamen yang sama atau motif ulang yang ditata agak renggang. Sebagian contoh motif ini adalah: motif Piring Selampad dan Kembang Kantil.

SEKELUMIT BATIK CIREBON

Pada dasarnya yang disebut batik adalah yang prosesnya melalui pelilinan, adapun definisi yang sudah disepakati oleh pakar-pakar batik yaitu sbb: yang disebut batik adalah karya seni rupa pada kain yang dibuat dengan teknik pewarnaan rintang dengan menggunakan lilin batik sebagai perintang warna. Definisi ini mencakup batik tulis dan batik cap.

Sedangkan para pakar batik pada umumnya tidak menerima kalau batik printing sebagai karya batik, sebab batik printing prosesnya tidak menggunakan lilin. Akan tetapi pada umumnya orang akan menyebut batik printing sebagai karya batik.

Perkembangan batik Cirebon nampaknya sukar untuk didekati secara sistematis dan terarah kalau tidak membuat klasifikasi motif batik Cirebon.

Pengenalan lebih detail juga perlu mengenal jenis babaran (tata warna) dan unsur- unsur ragam hiasnya, dengan demikian secara kebentukan, batik Cirebon dikenal dengan baik.

Jenis Batik Cirebon

Batik Cirebon bisa dibagi menjadi dua golongan yaitu:

1. Batik Pesisir
Ciri dari batik ini biasanya lebih berani menampilkan warna cerah dan terang seperti: merah, kuning, hijau, biru, dsb. Hampir seperti batik Pekalongan. Adapun motifnya sebagian besar diambil dari flora dan fauna baik darat ataupun laut.
2. Batik Keraton
Warna batik keraton biasanya warna dasar krem atau warna tipis. Sedangkan warna motifnya adalah hitam, biru tua, dan coklat soga.

Adapun motifnya banyak didominasi dengan ornamen wadasan yang diambil dari kata wadasan(batu cadas).

Di sini perlu dicatat bahwa pertumbuhan dan perkembangan batik Cirebon nyatanya memiliki kedua klasifikasi tersebut di atas yaitu memiliki batik Pesisiran dan juga memiliki batik Kratonan.

Hal tersebut dikarenakan secara geografis, Cirebon terletak di tepi pantai, namun Cirebon memiliki kraton yaitu Kraton Kesepuhan, Kanoman, Keprabonan dan Kecerbonan. Kenyataan ini adalah bukti betapa uniknya batik Cirebon. Keunikan ini pun didukung dengan adanya kontak budaya Cirebon dengan budaya lain seperti Cina, Hindu dan Islam sehingga budaya ini mempengaruhi budaya Cirebon termasuk di dalamnya batik.

Ada banyak ragam hias batik Cirebon dari yang klasik hingga perkembangan sekarang, maka sepantasnyalah apabila kita sebagai pewaris tradisi batik Cirebon berkeinginan untuk menggali motif-motif lama agar kelestarian tetap terjaga.

Namun kita menyadari bahwa perkembangan dapat juga dipengaruhi oleh kemauan pasar sehingga untuk membedakan ciri-ciri batik khas Cirebon tampaknya agak sulit bagi orang yang tidak menggeluti batik.

Hanya ada tiga daerah di Jawa Barat yang kelihatan tidak terpengaruh oleh perkembangan saat ini baik tata warna maupun motifnya yaitu Indramayu, Tasik, dan Garut. Namun demikian, semuanya masih tetap disukai konsumen lokal maupun Mancanegara, terbukti sampai sekarang masih tetap bisa bersaing dengan batik-batik daerah lainnya.

Batik Cirebon

Batik adalah salah satu produk kriya yang telah menjadi identitas budaya Indonesia yang banyak dikagumi bangsa-bangsa Mancanegara. Sebagai salah satu produk budaya , teknik membatik yang sudah dikenal dengan pewarnaan rintang yang memang warisan dari nenek moyang kita. Tradisi membuat motif batik dengan cara merintangi warna ini sejak zaman dahulu.

Pada zaman dahulu bahan perintang terbuat dari beras ketan yang diolah sedemikian rupa, sehingga biasa dipakai untuk merintangi warna dan bahan pewarnanya menggunakan warna alam yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan seperti pace(mengkudu), nila, kulit kayu nangka, tegeran, dsb.

Namun, seiring perkembangan zaman, cara ini sudah tidak digunakan lagi. Untuk saat ini bahan perintang warna menggunakan lilin batik atau lilin malam. Malam adalah campuran beberapa komponen diantaranya: Gondorukem, Parafin, matakucing, minyak kelapa, dan bahan tertentu lainnya, kemudian diolah menjadi lilin malam.
Kegiatan membatik terus berkembang dengan pesatnya, sehingga dikenal ada beberapa sentra perbatikan seperti: Madura, Tuban, Lasem, Juana Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Indramayu, Tasik, Garut, dsb.

Pertumbuhan dan perkembangan batik sangat diwarnai oleh sistem nilai yang hidup di masyarakat, sehingga di setiap sentra perbatikan mempunyai ciri khas tersendiri, berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Alat Yang Dibutuhkan Untuk Membatik

9 Apr 2009

a. sehelai kain putih
pada awal kemunculannya, kain yang digunakan sebagai bahan batik adalah kain hasil tenunan sendiri. Kain putih import baru dikenal sekitar abad ke-19. sekarang ini anda dapat dengan mudah mendapatkan kain putih dengan harga terjangkau. Jenis kain yang dapat digunakan pun beraneka ragam, dari jenis kain mori sampai jenis sutera. Ukuran pun tidak harus lebar, cukup dengan ukuran kecil.

b. Canting
Canting berfungsi semacam pena, yang diisi lilin malam cair sebagai tintanya. Bentuk canting beraneka ragam, dari yan berujun satu hingga beberapa ujung. Canting yang memiliki beberapa ujung berfungsi untuk membuat titik dalam sekali sentuhan. Sedangkan canting yang berujung satu berfungsi untuk membuat garis, lekukan dan sebagainya. Canting terdiri dari tiga bagian. Pegangan canting terbuat dari bamboo. Terdapat mangkuk sebagai tempat lilin malam, serta ujung yang berlubangsebagai ujung pena tempat keluarnya lilin malam.

c. lilin malam dan pemanas
sebelum digunakan, lillin malam harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan di atas kompor atau pemanas lain. Lilin malam dalam proses pembuatan batik tulis berfungsi untuk menahan warna agar tidak masuk ke dalam serat kain di bagian yang tidak dikehendaki. Sedangkan bagian yang akan diwarnai dibiarkan tidak ditutupi lilin.

d. pewarna batik
pewarna batik yang digunakan setiap daerah berbeda-beda. Pewarna tersebut berasal dari bahan-bahan yang terdapat di daerah tersebut. Di Kebumen misalnya,pewarna batik yang digunakan adalah pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning. Di Tegal digunakan pace atau mengkudu, nila, dan soga kayu.

Perbedaan proses Pembuatan Batik

1. Batik tulis
semua proses dikerjakan secara manual, satu per satu, dengan canting, lilin malam, kain, dan pewarna.

2. Batik cap
digunakan alat cap atau stempel yang telah terpola batik. Stempel tersebut diceupkan ke dalam lilin panas, kemudian ditekan atau dicapkan pada kain. Proses ini memakan waktu yang lebih cepat disbanding pada proses batik tulis, karena pada batik tulis pola tersebut harus dilukis titik demi titik dengan canting, sedangkan pada batik cap dengan sekali tekan anda dapat menyelesaikannya.

3. Batik printing atau sablon
pada proses batik ini, pola telah diprint di atas alat sablon, sehingga pembatikan dan pewarnaan bias dilakukan secara langsung. Jadi, proses batik dapat diselesaikan tanpa menggunakan lilin malam serta canting. Dengan demikian, proses hanya akan dan tentu saja memerlukan waktu yang lebih cepat disbanding pada proses batik tulis dan batik cap.

Filosofi Batik Secara Umum

Dalam proses pembuatannya, seni batik terutama batik tulis melambangkan kesabaran pembuatnya. Setiap hiasan dibuat dengan teliti dan melalui proses yang panjang. Kesempurnaan motif tersebut menyiratkan ketenangan pembuatnya.

Corak batik tertentu dipercaya memiliki kekuatan gaib dan hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu. Misalnya, motif parang yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan, hanya boleh dikenakan oleh penguasa dan ksatria. Batik jenis ini harus dibuat dengan ketenangan dan kesabaran yang tinggi. Kesalahan dalam proses pembatikan dipercaya akan menghilangkan kekuatan gaib batik tersebut.

Selain proses pembuatan batik yang sarat dengan makna filosofis, corak batik merupakan simbol-simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berfikir masyarakat pembuatnya. Berikut ini adalah beberapa motif batik beserta filosofinya.
1. Kawung
Motif ini berbentuk teratai yang sedang merekah. Motif melambangkan kesucian dan umur panjang.
2. Parang
Motif berbentuk mata parang, melambangan kekuasaan dan kekuatan. Hanya boleh dikenakan oleh penguasa dan ksatria.
3. Sawat
Motif berbentuk sayap, hanya dikenakan oleh raja dan putra raja.

Motif batik diciptakan tidak berdasarkan pertimbangan nilai estetis saja, tetapi juga berdasarkan harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk banyak simbol, misalnya sebagai berikut:

1. Ragam Hias Slobong
Memiliki arti lancar dan longgar. Motif ini digunakan untuk melayat dan bermakna harapan agar arwah orang yang meninggal dunia dapat dengan lancar menghadap kepada Tuhan dan diterima di sisi-Nya.
2. Ragam Hias Sida Mukti
Berarti “jadi bahagia”. Motif ini dikenakan oleh pengantin pria maupun wanita, dengan harapan keduanya akan memperoleh kebahagiaan selama hidupnya.



Motif Batik Secara Umum

Batik terdiri dari berbagai motif. Namun secara umum, motif batik terdiri dari dua jenis, yaitu motif geometris dan nongeometris. Motif geometris adalah motif berbentuk garis-garis. Termasuk ke dalam motif ini adalah batik kawung, parang, dan panji. Batik geometris melambangkan birokrasi pada pemerintahan, dari raja sampai dengan rakyat, atau “manunggaling kawula gusti”. Sedangkan motif nongeometris contohnya adalah batik semen, yaitu batik yang bergambar binatang, tumbuh-tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. Batik semen melambangkan sesuatu yang tumbuh. Mereka yang mengenakan batik ini mempunyai harapan semua kebutuhan hidupnya akan tercukupi.


Selain itu, motif batik juga dibedakan dalam figurative, semi figurative, dan nonfigurative. Bahkan motif batik juga dibedakan berdasarkan nama pembuat motifnya.

Sedangkan berdasarkan namanya, terdapat sembilan kelompok batik yaitu sebagai berikut.
1. Lereng
2. Semen
3. Parang
4. Truntum
5. Kawung
6. Gringsing
7. Ceplok
8. Nitik
9. Pinggiran

Batik juga dibedakan berdasarkan warna, yaitu:
1. Bambangan (merah)
2. Bangjo (merah-hijau)
3. Kelengan (ungu)

Sejarah Batik

Di Indonesia batik dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit, kemudian menyebar ke kerajaan-kerajaan lain dan diturunkan kepada generasi raja-raja selanjutnya. Pada awalnya, batik yang dikenal adalah batik tulis. Batik tersebut dibuat dengan bahan dasar kain yang pada awalnya juga ditenun sendiri. Bahan-bahan pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna yang diambil dari alam di daerah setempat (pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dsb). Proses pembuatan batik ini sangat lama, memakan waktu paling cepat dua minggu jika cuaca bagus dan pembatik sudah profesional.

Batik mulai dikenal dan digunakan oleh masyarakat umum pada awal abad ke-19. semua jenis batik yang dikenal masih berupa batik tulis. Setelah tahun 1920 M, mulai dikenal batik cap (batik cetak). Waktu yang dibutuhkan untuk membuat batik cetak lebih cepat. Dalam waktu satu minggu seorang pembatik dapat menyelesaikan batiknya.
Pada awal abad ke-20 dikenal mori import dan obat-obat pewarna import, usaha-usaha batik semakin berkembang.

Seni batik masih terus berkembang sampai saat ini. Daerah-daerah penghasil batikpun semakin banyak dengan berbagai jenis batik, baik batik tulis, batik cap, maupun batik printing.

Apa itu batik??

Kata batik diambil dari kata “ambatik”, yaitu kata “amba” (bahasa jawa) yang berarti menulis dan “tik” yang berarti titik kecil, tetesan, atau membuat titik. Jadi, batik adalah menulis atau melukis titik. Secara umum, membatik adalah sebuah teknik menahan warna dengan lilin malam secara berulang-ulang di atas kain. Lilin malam digunakan sebagai penahan untuk mencegah agar warna tidak menyerap ke dalam serat kain di bagian-bagian yang dikehendaki.

Batik merupakan lukisan di atas kain yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian. Pada awalnya, batik hanya dikenal oleh kalangan keraton. Batik terdiri dari berbagai motif dan setiap motif merupakan simbol bagi pemakainya, seperti motif-motif parang dan kawung yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan. Pada perkembangannya, batik menyebar ke kalangan masyarakat umum.

Latar Belakang Blog

17 Jan 2009

Ide dari pembuatan blog ini sebenarnya sederhana saja

awalnya saya tidak terlalu peduli dengan batik, tapi sejak saya punya teman yang ayahnya termasuk seorang maestro di bidang batik, saya jadi ikutan suka dan peduli dengan salah satu kebanggaan kebudayaan Indonesia ini.

setelah dipikir-pikir, sayang sekali jika pengetahuan ayah dari teman saya itu tidak disebarkan ke dunia maya.

dari situlah akhirnya saya membuat blog ini yang bertujuan untuk memberi penjelasan dan mencurahkan apa saja yang ada, tentang batik tentunya.

Untuk kontak, silahkan hubungi
muha.business@yahoo.com